Pages

Subscribe:

DEMI PUTERI EMBUN

Asa berombak tak pernah menepi
Larut dalam keinginan semata
Iblis menjiwa separuh roh, pembuat dosa
Kutulis puisi ini dengan jari berlumur dosa
Bayangan Puteri Embun sebagai saksi
“Aku tak akan mengulangi lagi”

Demi Puteri Embun
Dalam setiap hembus nafas yang selalu memperingati
Dengan kecantikan penerang hati
Dalam gua gelap-gulita berteman sepi

“Aku akan berubah”

Demi Puteri Embun
Yang tidak aku cintai hanya karena kecantikan semata
Getar hati sebagai fakta tentang ini cinta
Sebagai pilar cinta adalah rasa

“Aku akan berubah”

Demi Puteri Embun
Meski engkau tidak pernah memikirkanku
Tapi aku akan selalu memikirkanmu
Karena engkau adalah sabda Tuhan dalam hidupku

“Aku akan berubah”

Demi Puteri Embun
Senyummu dalam benak, bertahta selalu dalam hidupku
Kecantikanmu sebagai singgasana akan cintaku
Dalam menembus kabutnya waktu

“Aku akan berubah”

Hadirnya bayanganmu mengubah hidupku
Tak ingin hati melepas bayangan itu
Dan segala dariku mengharap hadirmu disisiku selalu

Kesudian berkunjung bayanganmu!

“Terima kasih “
Puteri Embun

AKU TIDAK BISU

Bukanlah bisu saat aku memandang kecantikanmu
Sumpah, lidah ini kaku saat memandangmu
Untuk bicara tak lagi
Bahasaku lain sudah
Saat puteri embun membasahi jiwaku
Beningnya tetes melayangkan pikiran
Bercumbu di negeri khayal
Sejuta kata yang kurangkai membukit di hatiku menggunung di pikiranku
Tidakkah engkau mengerti tingkahku?
Tidakkah engkau mengerti senyumku?
Tidakkah engkau mengerti sinar mataku?
Disana!
Dikedalaman hatiku
Tersimpan harapan menyatu denganmu

CINTAKU BUKAN CANTIKMU

Bukanlah bening wajah Puteri Embun tertimpa sinar mentari pagi hari kilau mengisi luas jagad hati
Tapi, tetes ikhlas menjiwa di sanubari
Dingin pagi hari salurkan mengisi relung hati
Aku terkesima Mulut ternganga

CINTAKU BUKAN CANTIKMU

Bukanlah bening wajah Puteri Embun tertimpa sinar mentari pagi hari kilau mengisi luas jagad hati
Tapi, tetes ikhlas menjiwa di sanubari
Dingin pagi hari salurkan mengisi relung hati
Aku terkesima Mulut ternganga

PEMBUKA

Karena cinta,
Puisi ini kutuliskan
Dari cinta kecinta,
Puisi ini kukumpulkan
Untuk cinta dan cinta
Puisi ini Kupersembahkan