Menyibak kabut putih puteri embun
Angin semilir meniup bersayap dingin
Terang kuproleh menuju singgasan cinta
Kulihat puteri embun tersenyum manis
Memikat hati dikerapuhan jiwa melihat sunggingan manis
Hingga dalam sunyi terlarut
Mimpi menyakini mengartikan senyum
Senantiasa akan tertulis dalam pikiranku
PUTERI EMBUN II
Putri Embun
Engkau Puteri Embunku
Engkau adalah air mata ilalang yang menetesi kegersangan hati
Engkau adalah embun di pagi hariku, saat mentari membuka jendela sang timur
Engkau Puteri Embunku
Engkau adalah air mata ilalang yang menetesi kegersangan hati
Engkau adalah embun di pagi hariku, saat mentari membuka jendela sang timur
PELUKAN PUTERI EMBUN
Salami laut cinta
Tenang di jiwa menggugah nadi
Disetiap desir darah
Hangat mengalir meninabobokkan ego
Tak ada yang aneh
Hanya aku damai dipelukan puteri embun
Ku mengharap hangat sampai mentari tidur dipeluk senja
Aku aman dipelukan puteri embun
Seraya dia berbisik tentang kejahatan waktu
Aku gemetar
Aman jadi ricuh
Tak ingin kehangatan cepat memudar dipenitrasi salju waktu
Bibir bergeming ketakutan pasti
“Bisakah puteri embun menghangati sampai senja menutup mata?”
Tenang di jiwa menggugah nadi
Disetiap desir darah
Hangat mengalir meninabobokkan ego
Tak ada yang aneh
Hanya aku damai dipelukan puteri embun
Ku mengharap hangat sampai mentari tidur dipeluk senja
Aku aman dipelukan puteri embun
Seraya dia berbisik tentang kejahatan waktu
Aku gemetar
Aman jadi ricuh
Tak ingin kehangatan cepat memudar dipenitrasi salju waktu
Bibir bergeming ketakutan pasti
“Bisakah puteri embun menghangati sampai senja menutup mata?”
PUTRI EMBUN I
Aku bergelantung dipedang itu
Jamahan Puteri Embun sangat kubutuhkan
Berharap ia tahu akan perasaan ini
Saat gejolak hati tak tersampaikan
Embun ini adalah kerapuhanku
Maka jemputlah rasa ini
Atau dibiarkan saja!
Hingga luruh bersama tembang senja
Dan akhir namaku diatas nisan
PANCAR SINAR PUTERI EMBUN
Jiwaku najis
Berlumur najis
Berlutut dibawah larangan-Mu
Seperti tak punya Tuhan
Dicumbui dosa menjanjikan kenikmatan
Tuhan, ciptakanlah bayangan puteri embun selalu dalam khayalku
Sebagai sebagai sejadah menuju ridlo-Mu
Berlumur najis
Berlutut dibawah larangan-Mu
Seperti tak punya Tuhan
Dicumbui dosa menjanjikan kenikmatan
Tuhan, ciptakanlah bayangan puteri embun selalu dalam khayalku
Sebagai sebagai sejadah menuju ridlo-Mu
Langganan:
Postingan (Atom)



