Pages

Subscribe:

SENYUMMU

Menyibak kabut putih puteri embun
Angin semilir meniup bersayap dingin
Terang kuproleh menuju singgasan cinta
Kulihat puteri embun tersenyum manis
Memikat hati dikerapuhan jiwa melihat sunggingan manis
Hingga dalam sunyi terlarut
Mimpi menyakini mengartikan senyum
Senantiasa akan tertulis dalam pikiranku

PUTERI EMBUN II

Putri Embun
Engkau Puteri Embunku
Engkau adalah air mata ilalang yang menetesi kegersangan hati
Engkau adalah embun di pagi hariku, saat mentari membuka jendela sang timur

PELUKAN PUTERI EMBUN

Salami laut cinta
Tenang di jiwa menggugah nadi
Disetiap desir darah
Hangat mengalir meninabobokkan ego
Tak ada yang aneh
Hanya aku damai dipelukan puteri embun
Ku mengharap hangat sampai mentari tidur dipeluk senja
Aku aman dipelukan puteri embun
Seraya dia berbisik tentang kejahatan waktu
Aku gemetar
Aman jadi ricuh
Tak ingin kehangatan cepat memudar dipenitrasi salju waktu
Bibir bergeming ketakutan pasti
“Bisakah puteri embun menghangati sampai senja menutup mata?”

PUTRI EMBUN I

Aku hanyalah setetes embun yang tertusuk oleh pedang ilalang
Aku bergelantung dipedang itu
Jamahan Puteri Embun sangat kubutuhkan
Berharap ia tahu akan perasaan ini

Gontai menjalar dinadiku
Saat gejolak hati tak tersampaikan

Ku harap Puteri Embun mengerti
Embun ini adalah kerapuhanku
Maka jemputlah rasa ini

Atau dibiarkan saja!
Hingga luruh bersama tembang senja
Dan akhir namaku diatas nisan

PANCAR SINAR PUTERI EMBUN

Jiwaku najis
Berlumur najis
Berlutut dibawah larangan-Mu
Seperti tak punya Tuhan
Dicumbui dosa menjanjikan kenikmatan
Tuhan, ciptakanlah bayangan puteri embun selalu dalam khayalku
Sebagai sebagai sejadah menuju ridlo-Mu