Pages

Subscribe:

RUMAH KUMUH DAN GEMBOK BERSAKU

Di belakang sekolah aku menunggumu
Kalau ada lewat kan ku tapaki jejakmu
Jejak sandal yang kau tapakkan ke bumi itu
Nanti akan aku ikuti sampai ke rumahmu
Kalau kamu masih ingin main ke rumahku
Aku setuju
Biar kamu tahu kalau rumahku itu kumuh
Berdebu, banyak jangkrik di dalamnya
Dan yang pasti rumahku itu akan runtuh
Kalau saja ada angin sedikit menerjang
Apa lagi ada seorang tamu hinggap mampir
Itu pun kalau ada, karena rumahku kumuh
Tapi tenang
Kalau kamu masih ingin main ke rumahku
Aku pasti memperbaikinya
Aku akan memoles rumahku itu dengan dinding kaca mengkilap
Biar kamu kerasan tinggal disana
Dan sebisa mungkin membuat kamu tak kemana-mana
Aku akan menemuimu di rumahku
Setelah kamu masuk
Pintu rumahku akan aku gembok
Layaknya Abu Nawas menggombok rumahnya
Aku yakin dan akan meyakinkanmu
Kalau gembok itu takkan hancur dan takkan lepas
Meski seribu kunci coba dimasukkan
Karena kuncinya ada di tanganku
Dan kan ku serahkan kepadamu kunci itu
Kalau kamu mau
Dan terserah kamu
Kapan mau membuka pintu rumahku itu
Yang pasti aku akan betah di rumahku
Selama kamu ada di rumah kumuhku itu
Kalau kamu mau membukanya
Lalu pulang ke rumah indah istanamu
Dengan senang hati
Aku akan mengantarmu sampai tujuan
Hingga orang tua kamu tahu
Kalau anaknya telah sampai di rumah indah istana
Dengan pengantar seorang lelaki yang mempunyai rumah kumuh
Kalau kamu mempersilahkan aku masuk
Oh, dengan senang hati berbunga-bunga aku akan masuk
Pasti aku betah ada di dalam rumahmu
Dan aku yakinkan pada hatiku
Ini rumahmu
Ini rumah indah istanamu
Yang hatiku selalu mengharapnya untuk menginap
Ya, menginap
Menginap selamanya
Kalau siang hari-hariku habis denganmu



Perpustakaan Al-Majidiyah
Bata-Bata,
23 April 2008
20:20

SAJAK PICISAN

Terangkailah kata-perkata
Anggaplah sebagai pemikat wanita
Tak punya nyali ungkapkan kata
Tak punya jantan ungkapkan rasa

Terangkailah kata-perkata
Anggaplah sebagai pemikat wanita
Punya cinta tak ungkapkan rasa
Punya rindu tak ungkapkan syahdu

Hingga semua tersiksa menyiksa jiwa
Ingin membalut sajak dirangkai
Padahal hanya sajak picisan
Tak pantas dibaca hewan


In my class nggak ada guru
27 Mei 2007
dari jam pertama hingga jam istirahat nggak ada gurunya.
Aku masuk ke dalam kelas hanya meletakkan Kitab pelajaranku
lalu menyendiri di kelas III MA. yang lagi nggak dipake

JANGAN KAU UJI CINTAKU!

Jangan kau uji cintaku!
Karena setiap lembar sajak dicipta
Berjiwa gombal bermuda mengenal cinta
Apa kau tidak yakin besar cintaku?

Jangan kau uji cintaku!
Karena langkah ceroboh angan menyatu
Mencinta masih subuh menuntunku di kabut biru
Pasrahku mengikuti semua itu
Bagiku, itulah terbaik harapan menyatu padu
Bagimu, bagi orang lain hanya tingkah tanpa lelampa sebagai tambal sulam kepalsuanku
Apa kau tidak yakin besar cintaku?

Jangan kau uji cintaku!
Karena kau tahu
Padahal aku tahu kau tidak mencintaiku
Padahal aku tahu aku mencintaimu
Apa kau tidak yaki besar cintaku



26 Mei 2007
Pertama kutulis puisi ini saat aku ditindak ama guruku dijemur didepan kelas ama temen-temenku yang sama-sama bengalnya, karena nggak bawa kitab pelajaran (maklumlah nggak seneng kitab) dan selanjutnya aku terusin di kantor OSIS

APA KARENA NAMAMU MUFLIHAH?

Apa karena namamu Muflihah?
Setiap yang tertulis dalam lembar kenangan
Hati meninggi memuji
Memuji-memuji cerita itu
Adalah pertama kali dalam hidupku
Indah berwarna tiap hari berlalu

Apa karena namamu Muflihah?
Tak ada mampu palingkan hati
Teringat aura senyum disungging
Debar gelegakkan hati
Rapuh remukkan angkuh jiwa
Kala kulihat kupandangi
Setiap diresapi
Itulah cerita
Hanya mengenang cerita melegenda dalam jiwa
Kadang tersenyum
Kadang merengut

Apa karena namamu Muflihah?
Meski kuhanya memuji setiap yang tersirat
Meski tak pantas aku menghayalmu
Disini termenung sendiri
Menganga dibawah langit
Seakan menanti hujan
Mengharap angan dulu itu kenyataan
Hanya bisa kunanti
Menanti disini
Di alam sepi
Meski terhempas tersingkirkan dari dunia inginku
Tetap mengharap disini
Meski tentu kau tidak akan kumiliki


Di kelasku
Jam terakhir nggak ada guru
13 Mei 2007
Aku keluar dari kelas, menyendiri di kelas III MA.
yang sedang tidak dipake, kebetulan bersebelahan dengan kelasku.
Namun... belum rampung semua puisi ini bel sudah berbunyi
dan diteruskan ke kantor OSIS setelah mengurus
Bulletin MUTIARA ke printing dan masih
memperbaiki komputer OSIS.

-------------------

Sekuntum di QUANTUM senyum itu merekah
Dalam aliran rasa pertama menelusup
Hati bergetar bertanya
"Apa ini namany?"
Ada rasa dalam debaran
Saat kau tebarkan keseluruh jiwaku
Saat kulihat pesonamu getarkan jagad maya hatiku
Biar kusimpan semua itu
Dalam hati menunduk padi beraturan
Dari sunyi kesunyi
Biar kutemu arti kepedihan ini
Karena ku tahu cintamu bukan untukku




Ngak tau apa judulnya
Dan nggak tau kapn tanggal buatnya
Pusing dan nggak nyambung